Kementrian
Keuangan merencanakan dan mengatur mengenai kenaikan Harga Jual Eceran (HJE)
rokok yang mulai berlaku per 1 januari 2017. Para perokok pun mulai ketar-ketir
dengan kenaikan harga rokok tersebut. Karna harus mengeluarkan biaya lebih
untuk membeli rokok mereka sehari-hari.
Jumlah
perokok aktif di Indonesia mencapai angka fantastis di kisaran angka 66 juta
jiwa. Melihat angka yang fantastis ditangkap beberapa orang untuk mecoba
berjudi dengan memperkenalkan vaporizer atau rokok elektrik. Vaporizer sendiri
mulai ngetren semenjak dua tahun terakhir.
Salah
satu contohnya pemilik Waroeng Vapor, Orland Marcel, mengatakan menggunakan vape ialah cara jitu bagi perokok
yang ingin berhenti merokok secara bertahap. “Vape tidak mengandung Tar, tetapi
Propylene Glycol (PG) atau Vegetable Gliserin (VG), pemberi rasa dan nikotin
dengan pioihan kadar. Semuanya ada di dalam E-liquid” ungkapnya.
Harga
di dunia vaping di Indonesia tidak menentu, terkadang naik tinggi namun
terkadang juga terjun bebas. Jangan jadi supplier yang ada mati ditengah ke
jepit, langsung hubungi pabrik beli langsung. Budget terbatas tapi mau memulai
usaha vaporizer ? bisa diakali dengan cara team up dengan sesame calon seller
dan buat satu order besar ke pabrik langsung. Semua produk saya rasa sudah made
in China dan hanya beberapa yang made in USA dan lainnya.
Jadi
jika anda mau maju harus ke negri China, belajar bahasa Chinese untuk dapat
kontak mereka dan build relationship, kalau bisa anda jadi patner terdekat
bilamana mereka mau membuka usaha di Indonesia. Dikalau perlu mendapatkan best
deal anda seharusnya mendatangi pabriknya satu persatu.
Masih
bingung mau lakuin hal yang di atas ?. Tenang ada cari lain, anda bisa menjadi
reseller atau dropshipper, perannya adalah sebagai perantara antrara seller
dengan konsumen. Cara ini lebih efektif untuk memulai bisnis vaporizer. Modal yang
dikeluarkan pun hanya sedikit di banding dengan cara di atas.
Menurut
Rayvapor (salah satu seller yang berada di Yogyakarta) dalam sebulan ia dapat
menghasilkan keuntungan sekitar Rp. 30 – 50 juta. Harga kulakan vaporizer serta
biaya lain seperti pengiriman dan perizinan sekitar 50 persen.
Refrensi
dari :



The cannabis industry which with time is becoming just like any other consumer market has seen a great revolutionizing since vaporizers became introduced into the market. click here
ReplyDelete