Wednesday, November 9, 2016

Cara Memulai Bisnis Vaporizer atau Rokok Elektrik

Kementrian Keuangan merencanakan dan mengatur mengenai kenaikan Harga Jual Eceran (HJE) rokok yang mulai berlaku per 1 januari 2017. Para perokok pun mulai ketar-ketir dengan kenaikan harga rokok tersebut. Karna harus mengeluarkan biaya lebih untuk membeli rokok mereka sehari-hari.

Jumlah perokok aktif di Indonesia mencapai angka fantastis di kisaran angka 66 juta jiwa. Melihat angka yang fantastis ditangkap beberapa orang untuk mecoba berjudi dengan memperkenalkan vaporizer atau rokok elektrik. Vaporizer sendiri mulai ngetren semenjak dua tahun terakhir.


Salah satu contohnya pemilik Waroeng Vapor, Orland Marcel, mengatakan  menggunakan vape ialah cara jitu bagi perokok yang ingin berhenti merokok secara bertahap. “Vape tidak mengandung Tar, tetapi Propylene Glycol (PG) atau Vegetable Gliserin (VG), pemberi rasa dan nikotin dengan pioihan kadar. Semuanya ada di dalam E-liquid” ungkapnya.

Harga di dunia vaping di Indonesia tidak menentu, terkadang naik tinggi namun terkadang juga terjun bebas. Jangan jadi supplier yang ada mati ditengah ke jepit, langsung hubungi pabrik beli langsung. Budget terbatas tapi mau memulai usaha vaporizer ? bisa diakali dengan cara team up dengan sesame calon seller dan buat satu order besar ke pabrik langsung. Semua produk saya rasa sudah made in China dan hanya beberapa yang made in USA dan lainnya.

Jadi jika anda mau maju harus ke negri China, belajar bahasa Chinese untuk dapat kontak mereka dan build relationship, kalau bisa anda jadi patner terdekat bilamana mereka mau membuka usaha di Indonesia. Dikalau perlu mendapatkan best deal anda seharusnya mendatangi pabriknya satu persatu.

Masih bingung mau lakuin hal yang di atas ?. Tenang ada cari lain, anda bisa menjadi reseller atau dropshipper, perannya adalah sebagai perantara antrara seller dengan konsumen. Cara ini lebih efektif untuk memulai bisnis vaporizer. Modal yang dikeluarkan pun hanya sedikit di banding dengan cara di atas.

Menurut Rayvapor (salah satu seller yang berada di Yogyakarta) dalam sebulan ia dapat menghasilkan keuntungan sekitar Rp. 30 – 50 juta. Harga kulakan vaporizer serta biaya lain seperti pengiriman dan perizinan sekitar 50 persen.



Refrensi dari :

1 comment:

  1. The cannabis industry which with time is becoming just like any other consumer market has seen a great revolutionizing since vaporizers became introduced into the market. click here

    ReplyDelete