Wednesday, November 4, 2015

Feature Biografi Niko Budiman

Keluarga Boleh Sederhana, Tapi Semangat Luar Biasa

Keluarga yang sederhana membuat pemuda tersebut menjadi sosok orang yang mempunyai semangat yang luar biasa. Semangat yang dipunyai pemuda itu patut di jadikan contoh untuk orang banyak. Semangat yang gigih untuk mencari sesuap nasi sambil kuliah demi meningkatkan drajat keluarganya. Bekerja untuk membiayai kuliahnya diiringi dengan mencari pengalaman demi mendapatkan pengalaman yang banyak sehingga di waktu yang akan datang mendapat kualitas hidup yang lebih baik lagi.
Lelaki kelahiran Jakarta, 06 November 1997 ini setiap bulannya mendapatkan gaji UMR . Walau dengan gaji yang pas-pasan seperti itu, Niko Budiman tetap menirimanya denga penuh rasa syukur. Ia selalu menganggap bahwa ‘’Apabila pekerjaan selalu dijalani dengan ikhlas, maka akan menjadi berkah’’. Dengan gaji yang seperti itu ia selalu menghemat demi tercukupinya biaya kuliah yang ia tanggung sendiri.
Semua pekerjaan pasti ada hambatannya, hal itu juga sering dialami oleh Niko. Menjalani profesi sebagai Tele Marketing  tidak membuat Niko terbebas dari berbagai hambatan dan masalah. Mulai dari komplen pelanggan, pelanggan yang tidak sabar, pelanggan yang mengeluh karena harga. Semua masalah yang ia hadapi diterima dengan sabar dan lapang dada.
Selain itu juga pemuda kelahiran Jakarta ini ternyata menyukai perlatan-peralatn yang berbau militer atau polisi. Baru-baru ini ia membeli sebuah borgol yang berbahan stenlis, tentunya mirip dengan yang aslinya. Ia juga membeli senter ala polisi polisi di malam hari. Selain  hobi mengoleksi peralatan militer ia juga hobi bermain futsal. Satu bulan sekali rutin bermain futsal dengan teman-temannya.

Dibalik semua kesibukan yang ia jalani ia juga tidak lupa kepada sang penciptanya. Sebisa mungkin hari minggu ia datang ke vihara untuk sembahyang, berdana dan berbuat kebaikan lainnya.  Ia tidak ingin ketinggalan dalam berburu amal untuk bekal di Akhirat kelak. Walau Ia miskin harta di Dunia, Ia tidak ingin miskin di Akhirat kelak. Ia selalu ingin menjalani hari demi hari menjadi semakin lebih baik.