Wednesday, December 16, 2015

Sepercik Sejarah Dibalik Keindahaan Pulau Tidung



Sabtu, 28 november, saya bersama teman-teman mencari sebuah informasi di Pulau Tidung, Kabupaten Kepulauan Seribu, DKI Jakarta. Pulau Tidung yang terletak di gugusan Kepulauan Seribu Selatan, menyimpan daya tarik akan keindahaan serta sejarah yang ada di Pulau Tidung.

Berangkat dari Muara Angke dengan kapal feri, perjalanan ditempuh sekitar 3 jam.Sesampainya di Pulau Tidung anda akan disambut dengan jernihnya air sehingga anda dapat melihat kokohnya barisan terumbu karang. Jika anda ikut dalam agent travel anda akan diberi welcome drink ketika sampai di Pulau Tidung.

Penggunaan wilayah di pulau ini berkembang ke arah wisata bahari seperti menyelam serta peneletian terhadap terumbu karang.Jembatan Cinta .. ? Pulau Tidung ..?, ya keduanya tidak dapat dipisahkan, karena Pulau Tidung terkenal akan Jembatan Cintanya. Jembatan setinggi 5 meter itu menjadi primadona para wisatawan.
Jembatan sepanjang 800 meter itu menghubungkan antara Pulau Tidung Besar dengan Pulau Tidung Kecil.Jembatan Cinta ini mempunyai sebuah mitos yang di percayai oleh masyarakat sekitar. Konon katanya jika ada pasangan yang melompat atau melewati Jembatan Cinta hubungan pasangan ini akan langgeng hingga tua nanti.

Sugeng, pemandu wisata diPulauTidung mengaku meski ia lahir dan besar di Pulau Tidung, ia tidak mengetahui cerita di balik Jembatan Cinta tersebut. “Saya kira nama Jembatan Cinta hanya dibikin-bikin agar menarik perhatian pengunjung. Saya kira tidak ada cerita rakyat dari sini soal Jembatan Cinta itu”, kata pak Sugeng.

“Melompat dari Jembatan Cinta ini membuat saya jadi ketagihan, ingin terus melompat dari Jembatan Cinta ini. Sensasi yang didapat bisa memacu ardenalin saya”, kata pengunjung yang sudah berkali-kali melompat dari Jembatan Cinta itu.



“Saya tertarik datang ke Pulau Tidung untuk mencari berita unik untuk di publikasikan pada masyarakat yang belum mengetahuinya, memang dari dalam diri saya sendiri muncul rasa ingin tahu. Cerita yang saya dengar, pasangan yang menyebrangi Jembatan Cinta ini akan langgeng”, kata Mutiara, repoter KOMPAS TV.

Meski tidak semua pengunjung percaya cerita itu, tetap saja banyak pengunjung yang menikmati keindahaan yang disuguhkan dari Jembatan Cinta ini. “ Namanya juga mitos, boleh percaya dan boleh tidak.”, kata sekertaris RW setempat.

Jembatan Cinta memang menjadi salah satu yang diunggulkan di Pulau Tidung. Di lokasi ini, pengunjung bisa menanti sunset di ufuk barat. Suasan sunset yang sangat romantis ini menarik untuk diabadikan bersama pansangan anda.

Tidak hanya Jembatan Cinta yang di tawarkan oleh Pulau Tidung ini, tetapi ada beragam water sport, yang diantaranya ada banana boat, donut boat, dan juga jet ski. Selain water sport pengunjung juga dapat menikmati keindahaan pantai Pulau Tidung.

Semilir anging dengan deru pantai dapat merileksasikan pikiran. Pasir putih dengan air yang jernih menambah kenyamanan ketika anda bekunjung ke Pulau Tidung.Beragam cemilan bisa ditemukan di Pulau Tidung ini. Salah satunya ada keripik sukun yang menjadi makanan khas di Pulau Tidung.
Banyak saung-saung yang menyediakan keripik sukun sambil disuguhkan dengan pemandangan pasir putih yang ada di tepi pantainya.Andri salah seorang penyedia jasa travel untuk ke Pulau Tidung ini mengatakan kunjungan wisata ke pulau tersebut tahun ini sebanyak dibanding liburan Lebaran tahun lalu.

 “Tahun lalu kunjungan wisatawan waktu liburan Lebaran mencapai 9.200 orang tapi untuk tahun ini tidak lebih dari 5.000 orang”, ucap Pak Andri. Ini terjadi karena banyak pulau-pulau lain yang semakin dikenal oleh calon wisatawan. Sehingga memancing hasrat untuk berkunjung ke pulau tersebut.

“Hari ini ada sebuah acara kesenian yang di adakan setiap tahunnya didekat pelabuhan”, ucap sekertaris RW setempat. Pergelaran kesenian tradisional masyarakat di wilayah kelurahan begitulah nama acara kesenian yang di adakan di Pulau Tidung. Acara itu menyuguhkan gambang keromong, dangdut, keroncong betawi, lenong, dan masih banyak lagi.

Namun dibalik semua keindahan Pulau Tidung terdapat sejarah yang tidak semua orang ketahui. Pada masa penjajahan Belanda, dimana Pulau Tidung dijadikan pemerintah kolonial Belanda sebagai tempat pengasinan orang-orang yang dianggap telah memberontak pemerintahaan Belanda.

Dimana pada akhir abad 19 pemerintah kolonial Belanda  telah mengangsingkan beberapa orang dari Kalimantan, dan salah satunya adalah Radja Pandita seorang raja yang berasal dari suku Tidung sebuah suku di Kalimantan Utara yang semula memiliki kerajaan yang disebut Kerajaan Tidung.
Raja Pandita sendiri memiliki nama kecil yaitu Raja Kaca. Raja Pandita sendiri adalah raja yang karismatik dan berwibawa, sertelah Raja Pandita diasingkan oleh pemerinta Belanda ia hidup di sebuah pulau yang diberi nama Pulau Tidung, yaitu suku Tidung dari Kalimantan Timur dimana raja ini berasal.

Dari sekian waktu lalu lamanya masyarakat Pulau Tidung tidak ada satu orang-pun yang mengetahui bahwa Pandita atau Kaca adalah seorang Raja yang berasal dari kalimantan utara, karena selama beliau singgah di Pulau Tidung beliau tidak pernah membawa gelarnya sebagai Raja, beliau hanya di kenal sebagai sebutan kaca.


Sampai meninggalnya-pun beliau hanya di kenal sebagai masyarakat biasa yang tidak beda dengan masyarakat lainnya.Pada suatu hari datanglah sekelompok orang dari kalimantan ke Pulau Tidung dan mencari tahu tentang Pulau Tidung, mengapa pulau ini di namakan Pulau Tidung? setelah mengetahui informasi bahwa ada keluarga Kaca merekapun saling bertemu.
Dalam pertemuan singkat sekelompok orang dari kalimantan itu di ketehui adalah keluaraga dari Raja Pandita yang sedang mencari keberadaan makan Raja Pandita yang dulu telah di asingkan belanda, dan dalam pembicaraan mereka, ternyata Kaca adalah nama kecil dari Raja Pandita sewaktu beliau belum di angkat dari Raja.

 Akhirnya keduanya mengambil kesimpulan bahwa nama ''PULAU TIDUNG'' di beri nama oleh Raja Pandita yang berasal dari suku tidung kalimantan utara.Ditemukannya makam itu, merupakan pembuktian sejarah Tidung yang menggambarkan kegigihan suku tersebut melawan penjajah.Pulau Tidung di Kepulauan Seribu saat ini popularitasnya semakin meningkat.
Keindahan bawah laut dan  jembatan cinta yang menjadi ikon Pulau Tidung telah menarik banyak wisatawan untuk berkunjung ke tempat ini. Namun sayangnya, belum banyak yang tahu bahwa pulau ini memiliki potensi wisata sejarah dan  yang dapat di nikmati.


Semakin populernya Pulau Tidung di mata wisatawan lokal maupun mancanegara menuntut pulau ini untuk terus berbenah dan mengembangkan potensi wisatanya. Demikian sejarah singkat mengenai Pulau Tidung, dimana ternyata ada 2 versi yang menjelaskan tentang sejarah pulau Tidung, tetapi bagaimanapun juga wisata sejarah Pulau Tidung patut kita perkenalkan agar mengenal secara jelas mengenai pulau ini.

Wednesday, November 4, 2015

Feature Biografi Niko Budiman

Keluarga Boleh Sederhana, Tapi Semangat Luar Biasa

Keluarga yang sederhana membuat pemuda tersebut menjadi sosok orang yang mempunyai semangat yang luar biasa. Semangat yang dipunyai pemuda itu patut di jadikan contoh untuk orang banyak. Semangat yang gigih untuk mencari sesuap nasi sambil kuliah demi meningkatkan drajat keluarganya. Bekerja untuk membiayai kuliahnya diiringi dengan mencari pengalaman demi mendapatkan pengalaman yang banyak sehingga di waktu yang akan datang mendapat kualitas hidup yang lebih baik lagi.
Lelaki kelahiran Jakarta, 06 November 1997 ini setiap bulannya mendapatkan gaji UMR . Walau dengan gaji yang pas-pasan seperti itu, Niko Budiman tetap menirimanya denga penuh rasa syukur. Ia selalu menganggap bahwa ‘’Apabila pekerjaan selalu dijalani dengan ikhlas, maka akan menjadi berkah’’. Dengan gaji yang seperti itu ia selalu menghemat demi tercukupinya biaya kuliah yang ia tanggung sendiri.
Semua pekerjaan pasti ada hambatannya, hal itu juga sering dialami oleh Niko. Menjalani profesi sebagai Tele Marketing  tidak membuat Niko terbebas dari berbagai hambatan dan masalah. Mulai dari komplen pelanggan, pelanggan yang tidak sabar, pelanggan yang mengeluh karena harga. Semua masalah yang ia hadapi diterima dengan sabar dan lapang dada.
Selain itu juga pemuda kelahiran Jakarta ini ternyata menyukai perlatan-peralatn yang berbau militer atau polisi. Baru-baru ini ia membeli sebuah borgol yang berbahan stenlis, tentunya mirip dengan yang aslinya. Ia juga membeli senter ala polisi polisi di malam hari. Selain  hobi mengoleksi peralatan militer ia juga hobi bermain futsal. Satu bulan sekali rutin bermain futsal dengan teman-temannya.

Dibalik semua kesibukan yang ia jalani ia juga tidak lupa kepada sang penciptanya. Sebisa mungkin hari minggu ia datang ke vihara untuk sembahyang, berdana dan berbuat kebaikan lainnya.  Ia tidak ingin ketinggalan dalam berburu amal untuk bekal di Akhirat kelak. Walau Ia miskin harta di Dunia, Ia tidak ingin miskin di Akhirat kelak. Ia selalu ingin menjalani hari demi hari menjadi semakin lebih baik.