Sabtu,
28 november, saya bersama teman-teman mencari sebuah informasi di Pulau Tidung,
Kabupaten Kepulauan Seribu, DKI Jakarta. Pulau Tidung yang terletak di gugusan
Kepulauan Seribu Selatan, menyimpan daya tarik akan keindahaan serta sejarah
yang ada di Pulau Tidung.
Berangkat
dari Muara Angke dengan kapal feri, perjalanan ditempuh sekitar 3
jam.Sesampainya di Pulau Tidung anda akan disambut dengan jernihnya air sehingga
anda dapat melihat kokohnya barisan terumbu karang. Jika anda ikut dalam agent
travel anda akan diberi welcome drink ketika sampai di Pulau Tidung.
Penggunaan
wilayah di pulau ini berkembang ke arah wisata bahari seperti menyelam serta
peneletian terhadap terumbu karang.Jembatan Cinta .. ? Pulau Tidung ..?, ya keduanya tidak
dapat dipisahkan, karena Pulau Tidung terkenal akan Jembatan Cintanya. Jembatan
setinggi 5 meter itu menjadi primadona para wisatawan.
Jembatan sepanjang 800 meter
itu menghubungkan antara Pulau Tidung Besar dengan Pulau Tidung Kecil.Jembatan
Cinta ini mempunyai sebuah mitos yang di percayai oleh masyarakat sekitar.
Konon katanya jika ada pasangan yang melompat atau melewati Jembatan Cinta hubungan
pasangan ini akan langgeng hingga tua nanti.
Sugeng, pemandu wisata diPulauTidung mengaku meski
ia lahir dan besar di Pulau Tidung, ia tidak mengetahui cerita di balik
Jembatan Cinta tersebut. “Saya kira nama Jembatan Cinta hanya dibikin-bikin
agar menarik perhatian pengunjung. Saya kira tidak ada cerita rakyat dari sini
soal Jembatan Cinta itu”, kata pak Sugeng.
“Melompat dari Jembatan Cinta
ini membuat saya jadi ketagihan, ingin terus melompat dari Jembatan Cinta ini.
Sensasi yang didapat bisa memacu ardenalin saya”, kata pengunjung yang sudah
berkali-kali melompat dari Jembatan Cinta itu.
“Saya tertarik datang ke Pulau Tidung untuk mencari berita unik
untuk di publikasikan pada masyarakat yang belum mengetahuinya, memang dari dalam diri
saya sendiri muncul rasa ingin tahu. Cerita yang saya dengar,
pasangan yang menyebrangi Jembatan Cinta ini akan langgeng”, kata Mutiara,
repoter KOMPAS TV.
Meski tidak semua pengunjung percaya cerita itu, tetap saja banyak
pengunjung yang menikmati keindahaan yang disuguhkan dari Jembatan Cinta ini. “
Namanya juga mitos, boleh percaya dan boleh tidak.”, kata sekertaris RW
setempat.
Jembatan Cinta memang menjadi salah satu yang diunggulkan di
Pulau Tidung. Di lokasi ini, pengunjung bisa menanti sunset di ufuk barat.
Suasan sunset yang sangat romantis ini menarik untuk diabadikan bersama
pansangan anda.
Tidak hanya Jembatan Cinta yang di tawarkan oleh Pulau Tidung ini, tetapi
ada beragam water sport, yang diantaranya ada banana boat, donut boat, dan juga
jet ski. Selain water sport pengunjung juga dapat menikmati keindahaan pantai
Pulau Tidung.
Semilir anging dengan deru pantai dapat merileksasikan pikiran. Pasir
putih dengan air yang jernih menambah kenyamanan ketika anda bekunjung ke Pulau
Tidung.Beragam cemilan bisa ditemukan di Pulau Tidung ini. Salah satunya ada
keripik sukun yang menjadi makanan khas di Pulau Tidung.
Banyak saung-saung yang menyediakan keripik sukun sambil
disuguhkan dengan pemandangan pasir putih yang ada di tepi pantainya.Andri
salah seorang penyedia jasa travel untuk ke Pulau Tidung ini mengatakan
kunjungan wisata ke pulau tersebut tahun ini sebanyak dibanding liburan Lebaran
tahun lalu.
“Tahun lalu kunjungan
wisatawan waktu liburan Lebaran mencapai 9.200 orang tapi untuk tahun ini tidak
lebih dari 5.000 orang”, ucap Pak Andri. Ini terjadi
karena banyak pulau-pulau lain yang semakin dikenal oleh calon wisatawan.
Sehingga memancing hasrat untuk berkunjung ke pulau tersebut.
“Hari ini ada sebuah acara kesenian yang di adakan setiap
tahunnya didekat pelabuhan”, ucap sekertaris RW setempat. Pergelaran kesenian
tradisional masyarakat di wilayah kelurahan begitulah nama acara kesenian yang
di adakan di Pulau Tidung. Acara itu menyuguhkan gambang keromong, dangdut,
keroncong betawi, lenong, dan masih banyak lagi.
Namun dibalik semua keindahan Pulau Tidung terdapat sejarah
yang tidak semua orang ketahui. Pada masa penjajahan Belanda, dimana Pulau
Tidung dijadikan pemerintah kolonial Belanda sebagai tempat pengasinan
orang-orang yang dianggap telah memberontak pemerintahaan Belanda.
Dimana pada akhir abad 19 pemerintah kolonial Belanda telah mengangsingkan beberapa orang dari
Kalimantan, dan salah satunya adalah Radja Pandita seorang raja yang berasal
dari suku Tidung sebuah suku di Kalimantan Utara yang semula memiliki kerajaan
yang disebut Kerajaan Tidung.
Raja Pandita sendiri memiliki nama kecil yaitu Raja Kaca.
Raja Pandita sendiri adalah raja yang karismatik dan berwibawa, sertelah Raja
Pandita diasingkan oleh pemerinta Belanda ia hidup di sebuah pulau yang diberi
nama Pulau Tidung, yaitu suku Tidung dari Kalimantan Timur dimana raja ini
berasal.
Dari sekian waktu lalu lamanya masyarakat
Pulau Tidung tidak ada satu orang-pun yang mengetahui bahwa Pandita atau Kaca
adalah seorang Raja yang berasal dari kalimantan utara, karena selama beliau
singgah di Pulau Tidung beliau tidak pernah membawa gelarnya sebagai Raja,
beliau hanya di kenal sebagai sebutan kaca.
Sampai meninggalnya-pun beliau hanya di kenal
sebagai masyarakat biasa yang tidak beda dengan masyarakat lainnya.Pada suatu
hari datanglah sekelompok orang dari kalimantan ke Pulau Tidung dan mencari
tahu tentang Pulau Tidung, mengapa pulau ini di namakan Pulau Tidung? setelah
mengetahui informasi bahwa ada keluarga Kaca merekapun saling bertemu.
Dalam
pertemuan singkat sekelompok orang dari kalimantan itu di ketehui adalah
keluaraga dari Raja Pandita yang sedang mencari keberadaan makan Raja Pandita
yang dulu telah di asingkan belanda, dan dalam pembicaraan mereka, ternyata
Kaca adalah nama kecil dari Raja Pandita sewaktu beliau belum di angkat dari
Raja.
Akhirnya keduanya mengambil kesimpulan bahwa
nama ''PULAU TIDUNG'' di beri nama oleh Raja Pandita yang berasal dari suku
tidung kalimantan utara.Ditemukannya makam itu, merupakan pembuktian sejarah
Tidung yang menggambarkan kegigihan suku tersebut melawan penjajah.Pulau Tidung di Kepulauan
Seribu saat ini popularitasnya semakin meningkat.
Keindahan bawah laut dan jembatan cinta
yang menjadi ikon Pulau Tidung telah menarik banyak wisatawan untuk berkunjung
ke tempat ini. Namun sayangnya, belum banyak yang tahu bahwa pulau ini memiliki
potensi wisata sejarah dan yang dapat di nikmati.
Semakin populernya Pulau Tidung di mata
wisatawan lokal
maupun mancanegara menuntut pulau ini untuk terus berbenah dan mengembangkan potensi
wisatanya. Demikian sejarah singkat mengenai Pulau Tidung, dimana ternyata ada
2 versi yang menjelaskan tentang sejarah pulau Tidung, tetapi bagaimanapun juga
wisata sejarah Pulau Tidung patut kita perkenalkan agar mengenal secara jelas
mengenai pulau
ini.
No comments:
Post a Comment